Wednesday, May 23, 2012

Allah Tahu Yang Terbaik

بسم الله الرحمن الرحيم



"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." 
[Al-Baqarah 2:286]

Allah Maha Tahu apa yang terbaik dan yang mampu hamba-Nya lakukan. Waktu menulis ni, Anim teringat dengan beberapa orang yang kebelakangan ni sering mengeluh, apa lagi Anim sendiri. Allahu Rabbi... Semoga Allah memberi kemudahan kepada Anim dan mereka.

Selalunya, kita rasa kita tak mampu nak jalan apa yang Allah turunkan buat kita. Memang! Memang ia berat buat diri kita yang lemah ni. Tapi.....

"Sungguh, Aku ciptakan manusia dengan sebaik-baiknya." 
[At-Tin 95:4]

Eh! Kaitannya???

Kita rasa kita tak mampu nak jalani tugas atau taklif yang Allah sampaikan. Tugas dengan erti kata menghadapi sesuatu dengan sabar, tabah, dan tak putus asa. Yuk, fikir balik. Kita dah manfaatkan ke segala macam nikmat yang Allah berikan pada kita? Kita dah bersyukur ke?

Allah kurniakan nikmat yang paling best, paling special, yakni AKAL buat kita. Untuk kita berfikir, untuk kita bezakan mana baik mana buruk, dan amat sangat banyak yang boleh kita manfaatkan dengan ciptaan Allah yang super osem ni.

Kita sebagai manusia ni, menjadi ciptaan terhebat tau, sebab dikurniakan akal. Tapi kenapa? Kenapa kita masih tak mampu nak hadapi semuanya dengan sabar, tabah, dan apa saja dengan positif?

Jum, kita cek lagi diri kita. Mungkin disebabkan masih lemah, masih ragu, masih keliru, keyakinan kita pada Sang Pencipta. Astaghfirullah.... Sedangkan kita sebagai makhluk ciptaan-Nya harus yakin pada Allah atas apa pun yang kita jalani. Allah itu dekat sangat dengan kita. Cuma kita yang menjauhkan diri dari-Nya. Kita lebih memilih yang tak baik dari yang baik, yang Allah dah kurniakan untuk kita.

"Diwajibkan ke atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." 
[Al-Baqarah 2:216]

Wahai diri! Qum, faanzir! 

- farha -

Sunday, May 20, 2012

Takut Menguasai

بسم الله الرحمن الرحيم


Allahu Rabbi...

Allah Tuhan ku...

Aku takut. Tersangat takut.

Aku akui, aku selalu berpegang dengan firman-Mu.

"La yukallifullahu nafsan illa wus'aha."

Tapi, syaitan kah itu?

Yang tetap membisikkan rasa takut ini.

Yang tetap mepermainkan rasa gelisah ini.

Kalah kah aku pada godaannya?

Astaghfirullah... Jangan!

Allahummagh firli Ya Rabb.

Semoga gundah ini tak berpanjangan.

Ku tahu Kau akan selalu ada.

Dan sangat dekat dengan ku.

:')

Wallahu'alam.

- farha -

Sunday, April 22, 2012

UTS

Bismillah sebagai pembuka kata. :) 

Dan Insya Allah, dengan lafaz itu, semuanya bernilai ibadah. Semoga! 

Ujian Tengah Semester datang lagi.

Imbas balik, dulu waktu UTS Semester 3, sangat tak best. Sebab buat tak sungguh-sungguh. :'(

Kali ni, bisakah kesungguhan seperti Sem 2 datang balik? Mudah-mudahan...

Doa, Usaha, Iklas, Tawakal. (DUIT)

Permudahkan segalanya, Ya Allah.

Rabbi yassir walaa tu'assir! ^_^


"Sesungguhnya Kami telah jadikan manusia sentiasa dalam keadaan menghadapi kesulitan dan kesukaran (jasmani dan rohaninya)." [Al-Balad 90 : 4]

Keep mujahadah wahai diri!

Dan dalam menjalani ujian ni, jangan lupa ujian akhirat.

No words. Only smile. N off. :)

-farha-

Thursday, April 5, 2012

Allahu Rabbi, Izinkan Aku Mengadu

بسم الله الرحمن الرحيم

KENAPA AKU DIUJI ???
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan hanya dengan mengatakan, "Kami telah beriman," dan mereka tidak diuji? Dan sungguh, Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka Allah pasti mengetahui orang-orang yang benar dan pasti mengetahui orang-orang yang dusta." [Al-Ankabut 29 : 2-3]


KENAPA AKU TAK DAPAT APA YANG AKU NAK ???
"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." [Al-Baqarah 2 : 216]


KENAPA UJIAN BAGIKU SEBERAT INI ???
"Allah tidak membebani seseorang melalinkan sesuai dengan kesanggupannya." [Al-Baqarah 2 : 286]


YA ALLAH, AKU MERASA KECEWA !!!
"Dan janganlah kamu (merasa) lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman." [Ali 'Imran 3 : 139]


BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA ???
"Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap-siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu beruntung." [Ali 'Imran 3 : 200]


" Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan solat. Dan (solat) itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyuk." [Al-Baqarah 2 : 45]


APA AKU DAPAT DARI SEMUA NI ???
"Sesungguhnya Allah membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka." [At-Taubah 9 : 111]


KEPADA SIAPA AKU BISA BERHARAP ???
"Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan yang memiliki 'Arsy (singgahsana) yang agung." [At-Taubah 9 : 129]


AKU DAH TAK TAHAN LAGI !!!
"... dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir." [Yusuf 12 : 87]


"Dia (Ibrahim) berkata, "Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Rabb-nya, kecuali orang yang sesat." [Al-Hijr 15 : 56]

Tersenyumlah Di Jalan Dakwah Ini

بسم الله الرحمن الرحيم

Nada dering henfon ku berbunyi. Sebuah sms dari seorang sahabat.

"Saat senyuman tak terbalas, Allah telah menghitung senyum manismu. Saat sapaanmu tak terjawab, Allah takkan lupa atas apa yang kau katakan. Saat ajakanmu dalam kebaikan tak terpenuhi, lelahmu akan menjadi hiasan di taman-Nya. Saat kau menangis atas peritnya perjuanganmu, Allah tak lalai menghitung setiap titis air matamu. Saat mereka meninggalkanmu, Allah akan selalu ada bersamamu. Jangan hanya mengharapkan perubahan dalam dakwah ini, ukhti! Fikirkanlah tentang manfaat yang dapat kita berikan. Semoga Allah sentiasa mencintaimu!"


Subhanallah..... Hatiku bergetar membacanya. Memang, jalan dakwah sangat panjang, berliku, sulit, dan penuh onak duri. Seperti itulah dakwah. Namun ketika kita ikhlas menjalaninya, dakwah itu akan menjadi indah. Memetik kata-kata Ustaz Rahmat Abdullah, "Seperti itulah dakwah. Dakwah adalah cinta. Dan cinta akan menarik seluruh potensi yang ada pada dirimu. Mulai dari tidurmu, sedarmu, mimpimu, gerakmu, jalanmu, bahkan diammu untuknya."


Meniti langkah di jalan dakwah tidaklah mudah. Tidak juga sulit. Tidak mudah, kerana jalan dakwah ini hanya sedikit orang yang memilihnya. Sehingga kita haruslah benar-benar ikhlas mengharapkan pertolongan serta redha Allah dalam menitinya.

"Sampaikanlah walau satu ayat." Perintah dakwah ini sudah pasti sering sangat kita dengar. Sangat pasti, dakwah adalah hal yang sangat penting dalam regenerasi para Muslim kita ini. Boleh dibayangkan kalau saja para sahabat enggan berdakwah setelah Rasulullah wafat, entah bagaimana keadaan kita saat ini. Nikmat Islam belum tentu kita dapat rasakan seperti hembusan yang kita peroleh ini.

Tersenyumlah menghadapi jalan dakwah ini, Saudariku!

Ringankan bebanmu dengan senyuman. Tatap masa depanmu dengan senyuman. Jemputlah kebahagiaan dengan senyuman. Tinggalkan kesedihan dengan senyuman. Sambut saudaramu dengan senyuman. Buat mereka bahagia dengan senyumanmu.

"Janganlah sekali-kali engkau meremehkan suatu perbuatan baik walaupun hanya menyambut saudaramu dengan senyuman." (HR Muslim)

Ketika kehidupan memberi kita seribu alasan untuk menangis, tunjukkan bahawa kita memiliki sejuta alasan untuk tersenyum. Nikmati setiap detik waktu dan akhiri kelelahan di jalan dakwah ini dengan kata keikhlasan. Indahnya hidup bukanlah dari seberapa banyak orang mengenal kita. Namun seberapa bahagia orang-orang telah mengenal kita!

Buatlah saudara kita tersenyum setelah mengenal kita. Ketika mereka sedang dalam resah gelisah, senyummu lah yang mengangkat mereka kembali dari tersungkur. Ketika mereka di jalan panjang dakwah ini letih, senyummu lah yang mengubatinya. Ketika mereka mudah goyah, senyummu lah yang menguatkan. Betapa indah senyum itu.

Begitulah mengapa Allah SWT memerintahkan kita intuk saling berwasiat dalam kebaikan dan saling berwasiat dalam kesabaran [Al-'Asr 103:3]. Kenapa sabar??? Kerana istiqomah dalam jalan dakwah bagaikan memegang bara api. Menyakitkan dan sangat berat. Perlu penguat sesama kader dakwah untuk tetap istiqomah di jalan ini.

Akhirul kalam, "tersenyumlah di jalan dakwah ini!" (^_^)   -kopas-


- farha -

Saturday, February 11, 2012

Mencari Tapi Tak Ketemu

بسم الله الرحمن الرحيم


Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah.

Aku memikirkan tentang semua pakaian, tapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada taqwa.

Aku merenungkan segalan jenis amal baik, namun tidak dapat yang lebih baik daripada memberi nasihat yang baik.

Aku mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar.

(Saidina 'Umar Al-Khatab)



- farha -

Tuesday, February 7, 2012

Mencari Sakinah : La Tahzan

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu'alaikum...

Apabila kita asyik duduk termenung memikirkan nasib diri di sini...


Merenung jauh mereka di sana hidup penuh dengan keseronokan dan kegembiraan...


Namun, kita masih tak sedar tentang hakikat erti kebahagiaan yang sebenar-benarnya...

Ramai orang, tersalah sangka tentang maksud ketenangan dalam hidupnya. Selalu orang mengaitkan ketenangan itu dengan faktor harta, dengan faktor kekayaan. Walaupun itu boleh menjadi penyumbang, tetapi itu bukan segala-galanya.

Betapa ramai orang yang berada dalam rumah yang besar, tidur di atas katil yang empuk, tetapi dia tidak lebih enak atau pun lenanya tidak nyenyak. Bahkan ada orang yang tidur di pondok buruk, kadang-kadang dia lebih lena berbanding kita. Ada orang yang berada di hadapannya hidangan yang hebat, lauk pauk yang bagus, tetapi lidahnya tidak enak. Lebih enak lagi orang yang makan kadang-kadang dengan satu dua mata lauk, tapi dia lebih sedap dan selesa makannya.

Kata Hamka, lihatlah bagaimana Allah membahagi-bahagikan nikmat. Semua orang sangka kalau orang itu ada rumah besar, ada makanan yang sedap, tentulah hidupnya bahagia dan tenang. Belum tentu!

Tiada siapa mampu menghalang ketetapan Allah SWT...


Jika Allah hendak memberikan kebahagiaan kepada seseorang, Dia tidak boleh ditahan oleh apa-apa tangan sekalipun. Jika Allah menghalang kebahagiaan kepada seseorang, Dia tidak boleh dihulur oleh apa-apa tangan sekalipun. Jika Allah uruskan urusan kita, dan Allah tidak serahkan diri kita kepada kita, walaupun sekelip mata, dunia boleh berbuat apa-apa, tetapi mereka tidak boleh mencabar kebesaran kerajaan Allah. Jika Allah mengatur untuk kita untuk kita apa yang orang sangka tewas, kita akan melihat kemenangan dari sisi Allah.

Apa yang orang rasa rugi, Allah akan memberikan keuntungan yang mana jalan-jalan manusia tak sangka, tetapi Allah boleh mewujudkan keajaiban dalam kehidupan.

Apabila kita asyik mengeluh setiap kali ditimpa musibah...


Kita tengoklah dunia ini! Kadang-kadang manusia, dia hilang suatu benda daripada dunia, kadang-kadang macam dia hilang segala-galanya. Berapa banyak dalam hidup kita telah melalui keperitan hidup? Cuba ingat! Ketika kita kena keperitan, kita rasa kita tidak dapat keluar daripadanya, tapi hari ini Allah telah keluarkan kita berada dalam keadaan yang baik. Ketika kita ditimpa musibah tertentu, kita kata, "Habislah aku kali ni". Tapi usia kita telah berjalan, kita masih lagi hidup dan makan dan menikmati kurniaan kehidupan ini.

Ketika kita kata, "Ya Allah tolonglah aku, Ya Allah tolonglah aku, aku susah ya Allah", hari ini kita pun telah lupa akan perkataan itu. Dan kita pun lupa kadang-kadang untuk bersyukur di atas pelbagai ranjang hidup yang Allah keluarkan kita daripadanya.

(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang mengatakan kepadanya, "Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka," ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, "Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung."  [Ali Imran : 173]

Orang-orang yang diberitahu kepada mereka, "Nun orang ramai sedang berkumpul untuk ambil tindakan kepada kau". Kata Allah, iman dia bertambah. Bukan kita kata, "Pasal apalah Allah benci aku? Apalah dosa aku?" Tidak, tidak! Kata Qur'an, iman mereka bertambah. Mereka kata, "Habunallahi wa ni'mal wakil". "Cukuplah bagi kami Allah, Dia-lah sebaik-baik tempat diserahkan urusan".


Pengalaman sering mematangkan kita...


Siapa yang tidak melaluinya tidak akan memahami maksudnya. Orang-orang yang pernah hidup dan bertawakal, dia akan mengetahui tentang keajaiban bertawakal. Bila hati insan bulat kepada Rabb, "Ya Allah aku serahkan urusan ini kepada-Mu Ya Allah".

Kita sering lupa kita masih punya kehidupan di akhirat...


Apabila insan melihat dunia daripada dimensi akhirat, dia akan merasakan dunia ini sangat kecil. Kehidupan ini sangat luas. Nabi sebut di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Allah bawa pada hari akhirat, manusia yang paling derita dalam dunia ini (*kita tak tau manusia paling derita di dalam dunia ini*), Allah ambil dia, dicelupkan masuk ke dalam syurga kemudia dia dikeluarkan lalu ditanyanya, "Wahai fulan, adakah kau pernah rasa derita dalam hidup?". Dia kata, "Tak! Aku tak pernah derita pun dalam hidup ini". Hanya kerana masuk seklip mata di dalam syurga, lupa segala cerita derita. Allah ambil manusia paling nikmat dalam dunia ini, Allah masukkan dia secelup sahaja ke dalam neraka lalu dikeluarkan dia dan ditanya, "Pernahkan kau merasai nikmat dalam hidup ini?". Dia kata, "Tak, aku tak pernah ada nikmat pun dalam hidup ini". Hanya dengan satu celupan sahaja ke dalam neraka, manusia lupa segala kisah nikmat dalam hidupnya.

Masihkan kita teringat akan nikmat yang Allah berikan selama ini?


Kita selalu nak bersyukur kalau kita diberi benda baru dan kita lupa bahawasanya apa yang telah ada pada kita ini suatu nikmat yang besar. Seorang hamba Allah yang patah kakinya, yang dia tidak pernah pun sebut, dulu barangkali tak pernah teringat tentang nikmat kaki yang setiap hari dia pijak. Tapi apabila satu hari dia sakit kaki, dia kata, "Ya Allah bagilah balik kaki aku, sembuhkanlah balik". Dia sedar besarnya nikmat kaki, nikmat tangan, nikmat sihat.

Kata Hamka, "Yang ada ini sudah harapan kita". Yang ada ni harapan kita, tapi insan...? Bukan salah untuk kita mengharapkan yang belum ada tetapi jangan lupa yang telah ada!

Bersyukurlah wahai diri ini...

Sebab itu sebahagian para sarjana menyebut, syukur kadang kala lebih tinggi maqamnya daripada sabar. Ramai orang terpaksa sabar tapi belum tenti orang yang dapat nikmat itu bersyukur. Bila dia susah, nak kata apa? "Sabar je la, nak buat apa". Tapi untuk jadikan orang yang memiliki harta seperti kita, syukur di atas nikmat...

"Ya Allah apa saja yang aku alami daripada nikmat-Mu daripada kurniaan daripada sesiapa di kalangan hamba-Mu, tidak ada daripada sesiapa melainkan daripada Engkau wahai Tuhan. Bagi Engkaulah punian, bagi Engkaulah kesyukuran". Subhanallah... :)

Insan, jika dia nak bersyukur kepada Allah, tak terdaya.


"Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)". [Ibrahim : 34]

Bila kita melihat hidup ini secara keseluruhan, kita akan rasa, Masya Allah, apa yang Allah kurniakan kepada kita lebih daripada harapan kita sebenarnya. Kalau kita ingat daripada hari kita dilahirkan, tempat kita dilahirkan, rumah kita dilahirkan, sehingga tempat kita ada pada hari ini, Masya Allah... Tak dapat nak diucapkan, berapa kali nak sebut pun tak mampu.

Pesanan Nabi buat umatnya...


"Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); sedang dia ialah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, "Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.....". [At-Taubah : 40]

Di sini, ketika orang-orang kafir itu mengeluarkan dia, ketika dia salah seorang daripada dua, yakni Nabi dan Abu Bakar, ketika mereka berada di dalam gua (sewaktu peristiwa hijrah), ketika dia berkata kepada sahabatnya, "La Tahzan, Innallaha ma'ana".



*From Dato Dr Asri Zainal Abidin*

Allahurabbi...

Wallahu'alam...
Salam...

- farha -