Saturday, February 11, 2012

Mencari Tapi Tak Ketemu

بسم الله الرحمن الرحيم


Aku mengamati semua sahabat, dan tidak menemukan sahabat yang lebih baik daripada menjaga lidah.

Aku memikirkan tentang semua pakaian, tapi tidak menemukan pakaian yang lebih baik daripada taqwa.

Aku merenungkan segalan jenis amal baik, namun tidak dapat yang lebih baik daripada memberi nasihat yang baik.

Aku mencari segala bentuk rezeki, tapi tidak menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar.

(Saidina 'Umar Al-Khatab)



- farha -

Tuesday, February 7, 2012

Mencari Sakinah : La Tahzan

بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu'alaikum...

Apabila kita asyik duduk termenung memikirkan nasib diri di sini...


Merenung jauh mereka di sana hidup penuh dengan keseronokan dan kegembiraan...


Namun, kita masih tak sedar tentang hakikat erti kebahagiaan yang sebenar-benarnya...

Ramai orang, tersalah sangka tentang maksud ketenangan dalam hidupnya. Selalu orang mengaitkan ketenangan itu dengan faktor harta, dengan faktor kekayaan. Walaupun itu boleh menjadi penyumbang, tetapi itu bukan segala-galanya.

Betapa ramai orang yang berada dalam rumah yang besar, tidur di atas katil yang empuk, tetapi dia tidak lebih enak atau pun lenanya tidak nyenyak. Bahkan ada orang yang tidur di pondok buruk, kadang-kadang dia lebih lena berbanding kita. Ada orang yang berada di hadapannya hidangan yang hebat, lauk pauk yang bagus, tetapi lidahnya tidak enak. Lebih enak lagi orang yang makan kadang-kadang dengan satu dua mata lauk, tapi dia lebih sedap dan selesa makannya.

Kata Hamka, lihatlah bagaimana Allah membahagi-bahagikan nikmat. Semua orang sangka kalau orang itu ada rumah besar, ada makanan yang sedap, tentulah hidupnya bahagia dan tenang. Belum tentu!

Tiada siapa mampu menghalang ketetapan Allah SWT...


Jika Allah hendak memberikan kebahagiaan kepada seseorang, Dia tidak boleh ditahan oleh apa-apa tangan sekalipun. Jika Allah menghalang kebahagiaan kepada seseorang, Dia tidak boleh dihulur oleh apa-apa tangan sekalipun. Jika Allah uruskan urusan kita, dan Allah tidak serahkan diri kita kepada kita, walaupun sekelip mata, dunia boleh berbuat apa-apa, tetapi mereka tidak boleh mencabar kebesaran kerajaan Allah. Jika Allah mengatur untuk kita untuk kita apa yang orang sangka tewas, kita akan melihat kemenangan dari sisi Allah.

Apa yang orang rasa rugi, Allah akan memberikan keuntungan yang mana jalan-jalan manusia tak sangka, tetapi Allah boleh mewujudkan keajaiban dalam kehidupan.

Apabila kita asyik mengeluh setiap kali ditimpa musibah...


Kita tengoklah dunia ini! Kadang-kadang manusia, dia hilang suatu benda daripada dunia, kadang-kadang macam dia hilang segala-galanya. Berapa banyak dalam hidup kita telah melalui keperitan hidup? Cuba ingat! Ketika kita kena keperitan, kita rasa kita tidak dapat keluar daripadanya, tapi hari ini Allah telah keluarkan kita berada dalam keadaan yang baik. Ketika kita ditimpa musibah tertentu, kita kata, "Habislah aku kali ni". Tapi usia kita telah berjalan, kita masih lagi hidup dan makan dan menikmati kurniaan kehidupan ini.

Ketika kita kata, "Ya Allah tolonglah aku, Ya Allah tolonglah aku, aku susah ya Allah", hari ini kita pun telah lupa akan perkataan itu. Dan kita pun lupa kadang-kadang untuk bersyukur di atas pelbagai ranjang hidup yang Allah keluarkan kita daripadanya.

(Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang mengatakan kepadanya, "Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka," ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka dan mereka menjawab, "Cukuplah Allah (menjadi penolong) bagi kami dan Dia sebaik-baik pelindung."  [Ali Imran : 173]

Orang-orang yang diberitahu kepada mereka, "Nun orang ramai sedang berkumpul untuk ambil tindakan kepada kau". Kata Allah, iman dia bertambah. Bukan kita kata, "Pasal apalah Allah benci aku? Apalah dosa aku?" Tidak, tidak! Kata Qur'an, iman mereka bertambah. Mereka kata, "Habunallahi wa ni'mal wakil". "Cukuplah bagi kami Allah, Dia-lah sebaik-baik tempat diserahkan urusan".


Pengalaman sering mematangkan kita...


Siapa yang tidak melaluinya tidak akan memahami maksudnya. Orang-orang yang pernah hidup dan bertawakal, dia akan mengetahui tentang keajaiban bertawakal. Bila hati insan bulat kepada Rabb, "Ya Allah aku serahkan urusan ini kepada-Mu Ya Allah".

Kita sering lupa kita masih punya kehidupan di akhirat...


Apabila insan melihat dunia daripada dimensi akhirat, dia akan merasakan dunia ini sangat kecil. Kehidupan ini sangat luas. Nabi sebut di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, Allah bawa pada hari akhirat, manusia yang paling derita dalam dunia ini (*kita tak tau manusia paling derita di dalam dunia ini*), Allah ambil dia, dicelupkan masuk ke dalam syurga kemudia dia dikeluarkan lalu ditanyanya, "Wahai fulan, adakah kau pernah rasa derita dalam hidup?". Dia kata, "Tak! Aku tak pernah derita pun dalam hidup ini". Hanya kerana masuk seklip mata di dalam syurga, lupa segala cerita derita. Allah ambil manusia paling nikmat dalam dunia ini, Allah masukkan dia secelup sahaja ke dalam neraka lalu dikeluarkan dia dan ditanya, "Pernahkan kau merasai nikmat dalam hidup ini?". Dia kata, "Tak, aku tak pernah ada nikmat pun dalam hidup ini". Hanya dengan satu celupan sahaja ke dalam neraka, manusia lupa segala kisah nikmat dalam hidupnya.

Masihkan kita teringat akan nikmat yang Allah berikan selama ini?


Kita selalu nak bersyukur kalau kita diberi benda baru dan kita lupa bahawasanya apa yang telah ada pada kita ini suatu nikmat yang besar. Seorang hamba Allah yang patah kakinya, yang dia tidak pernah pun sebut, dulu barangkali tak pernah teringat tentang nikmat kaki yang setiap hari dia pijak. Tapi apabila satu hari dia sakit kaki, dia kata, "Ya Allah bagilah balik kaki aku, sembuhkanlah balik". Dia sedar besarnya nikmat kaki, nikmat tangan, nikmat sihat.

Kata Hamka, "Yang ada ini sudah harapan kita". Yang ada ni harapan kita, tapi insan...? Bukan salah untuk kita mengharapkan yang belum ada tetapi jangan lupa yang telah ada!

Bersyukurlah wahai diri ini...

Sebab itu sebahagian para sarjana menyebut, syukur kadang kala lebih tinggi maqamnya daripada sabar. Ramai orang terpaksa sabar tapi belum tenti orang yang dapat nikmat itu bersyukur. Bila dia susah, nak kata apa? "Sabar je la, nak buat apa". Tapi untuk jadikan orang yang memiliki harta seperti kita, syukur di atas nikmat...

"Ya Allah apa saja yang aku alami daripada nikmat-Mu daripada kurniaan daripada sesiapa di kalangan hamba-Mu, tidak ada daripada sesiapa melainkan daripada Engkau wahai Tuhan. Bagi Engkaulah punian, bagi Engkaulah kesyukuran". Subhanallah... :)

Insan, jika dia nak bersyukur kepada Allah, tak terdaya.


"Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah)". [Ibrahim : 34]

Bila kita melihat hidup ini secara keseluruhan, kita akan rasa, Masya Allah, apa yang Allah kurniakan kepada kita lebih daripada harapan kita sebenarnya. Kalau kita ingat daripada hari kita dilahirkan, tempat kita dilahirkan, rumah kita dilahirkan, sehingga tempat kita ada pada hari ini, Masya Allah... Tak dapat nak diucapkan, berapa kali nak sebut pun tak mampu.

Pesanan Nabi buat umatnya...


"Jika kamu tidak menolongnya (Muhammad), sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir mengusirnya (dari Mekah); sedang dia ialah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, ketika itu dia berkata kepada sahabatnya, "Jangan engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.....". [At-Taubah : 40]

Di sini, ketika orang-orang kafir itu mengeluarkan dia, ketika dia salah seorang daripada dua, yakni Nabi dan Abu Bakar, ketika mereka berada di dalam gua (sewaktu peristiwa hijrah), ketika dia berkata kepada sahabatnya, "La Tahzan, Innallaha ma'ana".



*From Dato Dr Asri Zainal Abidin*

Allahurabbi...

Wallahu'alam...
Salam...

- farha -

Monday, January 30, 2012

Aku Ingin Menangis

 بسم الله الرحمن الرحيم

Hati ini terasa ingin sangat menangis.

Getaran di tubuh ini,

seakan memerintahkan emosi ku untuk menangis.

Sudikah kalian menghulurkan diri?

Agar aku bisa menangis dalam dakapan kalian.

Berpaut pada bahu kalian.

Sudikah? Bolehkah?

(T_T) ..........

Sebelum kalian sempat menjawab,

Telah mencurah-curah ia mengalir.

Seperti hujan rahmat kurnian Rabb-ku.

Menyembah bumi-Nya.

Tanpa siapa-siapa di sisi ini.

Off!


Friday, January 13, 2012

Belajar Dari Alam

 بسم الله الرحمن الرحيم

Sesungguhnya dari sekeliling kita, ia bisa mengajar kita sesuatu

Dari air kita bisa belajar ketenangan

Dari batu kita bisa belajar ketegaran

Dari tanah kita bisa belajar kehidupan

Dari kupu-kupu kita bisa belajar mengubah diri

Dari padi kita bisa belajar rendah hati

Dari Rasulullah s.a.w. kita bisa belajar kasih sayang yang sempurna


Melihat ke atas : memperoleh semangat untuk maju

Melihat ke bawah : bersyukur atas semua yang ada

Melihat ke samping : semangat kebersamaan

Melihat ke belakang : sebagai pengalaman berharga

Melihat ke dalam : introsepeksi diri

Melihat ke depan : menjadi lebih baik

Semoga...! (^_^)

Wallahu'alam...
Salam...

- farha -

Perlukan Semangat Itu

 بسم الله الرحمن الرحيم

Ya Allah... Ajarkan aku bagaimana , , ,

Untuk berfikir sebelum bicara ,

Untuk menerima sebelum menuntut , 

Untuk tersenyum saat kecewa ,

Untuk tenang kala gundah ,

Untuk diam kala gaduh ,

Dan selalu bersahaja di atas kebenaran .


Cukuplah Allah saja yang memelihara ketekunan kita, kerana perhatian manusia terkadang menghanyutkan keikhlasan.

"Semoga Allah menjadikan kita peribadi yang bermakna : Peribadi yang saat berbaur, ia mampu menyemangati yang lain dan saat sendiri, ia mampu menguatkan diri sendiri.


Wallahu'alam...
Salam...

- farha -

Thursday, January 5, 2012

Curhat #1

 بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu'alaikum...

Nak jadi kaunselor, memang susah. Kena banyak latihan, banyak bersabar dan banyak-banyak lagi. Sebelum perkuliahan habis hari tu, pensyarah selalu suruh buat latihan. Pendekatan ni, macam mana sesi kaunseling nya, pendekatan ni pulak lain... 

(Tarik nafas dalam-dalam, hembus pelan-pelan...)

Eh, bukan mengeluh. Bukan... Tapi tiba-tiba rasa tak cukup nafas pulak.

Lumrah hidup seorang kaunselor, akan selalu dengar masalah orang, menjadi tempat pelampiasan marah orang, orang menangis kat kita, caci maki kita. Tapi takde la semua negatif. Ada je yang sangat percayakan kaunselor, dah macam saudara kandung sendiri. Eh, ada la..... Apa-apa pun, tugas kaunselor tetap harus menolong kaunseli nya memecahkan masalah mereka. 

Kadang-kadang, ada jugak kaunseli yang terlalu bergantung sepenuhnya kat kaunselor. Samapai lupa Allah Yang Maha Berkuasa, lagi hebat nak bantu kita semua dalam menghadapi masalah-masalah kita ni. 

Dalam sisi lain, kita selalu mengeluh, mengadu, protes kat Allah, kenapa kita yang diuji. Sebenarnya tak berat mana pun ujian yang Allah turunkan kat kita tu. Pernah ke kita diuji bagaimana Rasululah s.a.w. diuji? Kalau pun kita diuji sebagaimana Rasulullah s.a.w. diuji, agak-agak macam mana reaksi kita? Tepuk dada, tanyalah iman. :)

"Allah menguji hamba-Nya mengikut kadar kemampuan hamba-Nya."

Sebagai kaunselor, memang banyak jumpa macam-macam jenis ragam manusia, dari cara mereka pandang kita, luahan hati mereka, sikap mereka... Tapi Anim suka dengan pesanan seorang Pensyarah, yakni Dekan Fakultas Dakwah, merangkap Pensyarah mata kuliah Hadits jurusan Anim. Dia cakap :

"Walaupun diberi banyak kemarahan, janganlah dibalas dengan kemarahan. Tapi tutuplah kemarahan itu dengan senyuman..." (Bapak Aswadi)

Lega... :)

Sejak dia bagi pesanan tu, Anim selalu amalkan. Sampai kawan-kawan Anim sendiri hairan, pelik, aneh, dan segala macam perasaan yang menjadi reaksi diorang. Takpe, yang penting Allah Maha Mengetahui apa yang tersirat dan tersurat dalam hati hamba-Nya.

Dan Anim jugak selalu berpegang dengan kata-kata ni.

"Kalau kita asyik nak puaskan hati manusia, sampai tua kita takkan berjaya. Tapi untuk kita memuaskan hati Allah tu, tak kan pernah sia-sia."

Lega lagi..... Dan tersenyum dengan lebar... ^_^

Wallahu'alam...
Salam...

- farha -

Wednesday, January 4, 2012

Hadapi Imtihan Dunia Secara Hebat, Tapi...

 بسم الله الرحمن الرحيم

Assalamu'alaikum...

Dah empat hari kita melepasi tahun baru. Dan sekarang umur Anim dah pun 21 tahun (kalau ekot tahun la...). Tapi serasa tak cukup pun amalan, ibadah, yang mana Anim seharusnya hamparkan semuanya seluas-luasnya untuk menggapai redha Allah tu. Sedih nye (T_T)... Sedangkan Anim tau yang tujuan kita diciptakan kat dunia ni untuk apa. Anim dan akhwat lain slalu je tadabbur ayat tu. 

"Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku."
( QS. Az-Dzariyat [51:56] )

Wahai diri! Bangkitlah! Bergeraklah demi jalan dakwah dan tarbiyyah ini. Dakwah itu tak memerlukan kita pun, tapi kita sebenarnya yang memerlukan dakwah ini (kata-kata murobbi). Berebutlah untuk dapat redha Allah. Nama blog sendiri pun "Fastabiqul Khoirot"..... Tapi... :/

Sebenarnya nak crita pasal sesuatu yang semakin mendekat kat diri ni n orang lain jugak. Kalau sebut je pasal hal yang semakin mendekat ni, kalau hati kasar mesti cakap "takde apa lah!" Kalau hati nafsu pulak "toksah susah-susah nak pikir, enjoy je!" Sedangkan hati beriman biasanya akan berkata "diri ini semakin dekat dengan kematian..." Kita pulak, kategori yang mana satu? Anim sendiri???

"Katakanlah: "Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
( QS. Al-Jumu'ah [62:8] )

Yang mendekat sekarang ni sebenarnya adalah imtihan, yakni exam final untuk semester ni. Insya Allah, tanggal 9 Januari nanti sampailah 20 Januari. Kadang-kadang Anim terfikir sendiri, dan mungkin orang lain pun fikir benda yang sama. Kita ni hadapi imtihan dunia secara hebat. Sangat hebat! Untuk kita 'Cemerlang! Gemilang! Terbilang!' dalam imtihan tu, banyak yang kita korbankan.


Ala... Nak contoh pulak??? Ok-ok! Contohnya, kita sanggup belajar sampai lupa makan minum, kita silent fon, off terus pun sanggup. Lagi, beli je makanan kat luar, sebab kalau masak nanti banyak buang masa kat dapur, tapi subjek masih banyak tak khatam lagi. Huhu... Mata pulak bengkak-bengkak sebab tak tidur, dan nak pulak minum kopi yang banyak caffein tu semata-mata nak stay-up malam. Aduhai...

Hebat kan? Tapi pernah ke kita hebat macam tu untuk hadapi imtihan akhirat nanti?

Pernah ke kita tak makan minum sebab nak beribadah kepada Allah? Silent fon bila nak solat? Khatam Al-Qur'an dalam masa sehari? Stay-up untuk qiyam pulak?? Sampaikan selalu terlebih makan, solat pun lewat! Aduhai lagi...

Baru perasan kan? Kita takut sangat nak menghadapi imtihan dunia ni, exam semester je pun. Tapi kita tak gentar dengan imtihan akhirat, sedangkan mati itu benda yang PASTI!

Anim pernah terbaca blog seorang hamba Allah, tak ingat la nama dia. Dia cakap, dari yang dia baca jugak la... Kalau nak jadi orang yang berjaya dunia dan akhirat, ada tips nye... Meh Anim nak share.

  1. Orang yang menjaga waktu solatnya.
  2. Orang yang sentiasa menunaikan solat Dhuha.
  3. Orang yang selalu berselawat dan beristighfar.
  4. Orang yang istiqomah dengan wudhuknya.
Jum jadi orang berjaya dunia akhirat! Kepada akhwat-akhwat IAIN, akhwat-akhwat yang kat Jakarta, Bandung, Jogja, Medan, kat Malaysia, Jepun, UK, US, dan semuanya, smoga berjaya dalam imtihan ni. Kita buatlah kerana redha Allah. Ok! Lagi satu, walaupun kita jauh, kita sendiri tahu, yang kita saling sayang sesama kita. :) Doa Robithah tu la buktinya. (^_^)

Wallahu'alam...
Salam...

- farha -